Image^

PMPLAND

Watt Listrik Rumah Subsidi Berapa Sih? Jangan Sampai Salah Daya, Bisa Boncos!

Property

PMPLAND

27 Feb 2026 10:58

7 view

Halo Warga PMPLand! mau beli rumah subsidi tapi kepikiran soal listriknya? Pertanyaan paling sering muncul itu simpel, watt listrik rumah subsidi berapa sih?

Kelihatannya sepele, tapi kalau salah pilih daya, siap-siap boncos. Listrik sering jeglek, alat elektronik nggak bisa nyala barengan, sampai harus upgrade daya yang ujungnya keluar biaya lagi.

Biar nggak salah langkah, kita bahas lengkap dan to the point.

Standar Watt Listrik Rumah Subsidi Itu Berapa?

Secara umum, daya listrik rumah subsidi adalah 900 VA.

Kenapa 900 VA?

Karena rumah subsidi memang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), jadi spesifikasinya dibuat efisien, termasuk kapasitas listriknya.

Listrik rumah subsidi disuplai oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan pengajuan dayanya biasanya sudah ditentukan oleh developer sesuai standar program pemerintah.

900 VA Itu Cukup atau Nggak?

Jawabannya: cukup, tapi harus pintar atur pemakaian.

Dengan daya 900 VA, kamu bisa menggunakan beberapa perangkat seperti:

  • Lampu LED di seluruh ruangan
  • TV
  • Kulkas
  • Rice cooker
  • Kipas angin

Tapi… jangan dinyalakan semua alat berat sekaligus.

Misalnya:

  • AC 1/2 PK + rice cooker + setrika barengan
  • Potensi besar listrik turun alias jeglek.

Karena 900 VA itu kira-kira maksimal beban sekitar 700–800 watt efektif dalam waktu bersamaan.

Kenapa Rumah Subsidi Pakai 900 VA?

Ada beberapa alasan:

  • Menekan biaya pembangunan awal
  • Menyesuaikan kemampuan bayar penghuni
  • Mengikuti standar program subsidi pemerintah
  • Program rumah subsidi sendiri berada di bawah kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang memang mengatur spesifikasi minimal rumah, termasuk utilitas dasarnya.

Jadi bukan pelit, tapi memang disesuaikan dengan segmen pasarnya.

Bisa Nggak Naik Daya?

Bisa banget.

Kalau merasa 900 VA kurang, kamu bisa ajukan tambah daya ke Perusahaan Listrik Negara menjadi:

1.300 VA, 2.200 VA

atau lebih (sesuai kebutuhan)

Tapi perlu diingat:

  • Ada biaya tambah daya
  • Biaya listrik bulanan bisa meningkat
  • Harus pastikan instalasi aman

Biasanya biaya tambah daya tergantung promo PLN dan selisih kapasitas yang diajukan.

Simulasi Pemakaian Listrik 900 VA

Contoh skenario realistis di rumah subsidi:

  • 5 lampu LED (5 x 10 watt) = 50 watt
  • TV = 100 watt
  • Kulkas = 150 watt
  • Rice cooker (saat memasak) = 300 watt
  • Total = 600 watt

Masih aman.

Tapi kalau ditambah:

  • AC 1/2 PK = ±400 watt
  • Total jadi 1.000 watt - kemungkinan besar langsung turun. kecuali kamu nggak menggunakannya secara bersamaan

Jadi kuncinya ada di manajemen pemakaian.

Risiko Salah Pilih Daya: Bisa Boncos!

Ini yang sering nggak dihitung:

Kalau dari awal tahu bakal pakai AC, mesin cuci, pompa air besar, dan perangkat elektronik lengkap, tapi tetap ambil 900 VA, akhirnya:

  • Harus upgrade daya
  • Bayar biaya tambah daya
  • Mungkin ubah instalasi
  • Biaya tambah daya bisa ratusan ribu sampai jutaan rupiah tergantung kondisi.
  • Belum lagi kalau sering jeglek, alat elektronik juga bisa cepat rusak.

Tips Supaya Listrik Rumah Subsidi Tetap Aman

  • Gunakan lampu LED hemat energi
  • Pilih AC low watt kalau tetap 900 VA
  • Hindari nyalakan alat panas bersamaan
  • Pertimbangkan tambah daya sejak awal kalau memang perlu
  • Kalau kamu tipe yang full elektronik di rumah, realistisnya 1.300 VA lebih nyaman.

Mayoritas rumah subsidi menggunakan 900 VA sebagai standar awal.

Cukup untuk kebutuhan dasar, tapi perlu pengaturan pemakaian yang bijak.

Kalau salah perhitungan dan ternyata kebutuhan listrik lebih besar, siap-siap keluar biaya tambahan untuk upgrade daya. Dan itu yang bikin boncos kalau nggak direncanakan dari awal.

Sebelum beli rumah subsidi, jangan cuma cek cicilan dan lokasi. Cek juga daya listriknya. Karena rumah nyaman itu bukan cuma soal bangunan… tapi juga soal listrik yang nggak bikin emosi tiap malam.

Loading...