Kuota FLPP Naik Jadi 350 Ribu Unit, Pemerintah Perluas Akses Rumah Subsidi
Property
PMPLAND
31 Agt 2026 14:22
6 view

Kuota FLPP Naik Jadi 350 Ribu Unit, Pemerintah Perluas Akses Rumah Subsidi
Pemerintah resmi menaikkan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi 350.000 unit pada tahun 2026, melonjak dari kuota sebelumnya sebesar 220.000 unit per tahun. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyatakan bahwa angka ini merupakan kuota terbesar sepanjang sejarah program FLPP. Pengumuman tersebut disampaikan dalam pembukaan Danantara Housing Expo 2026 di Kabupaten Tangerang, Banten, pada 27 Agustus 2026.
Kebijakan Peningkatan Kuota FLPP 2026
Pemerintah resmi menaikkan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi 350.000 unit pada tahun 2026, melonjak dari kuota sebelumnya sebesar 220.000 unit per tahun. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyatakan bahwa angka ini merupakan kuota terbesar sepanjang sejarah program FLPP. Pengumuman tersebut disampaikan dalam pembukaan Danantara Housing Expo 2026 di Kabupaten Tangerang, Banten, pada 27 Agustus 2026.
Peningkatan kuota tersebut didukung oleh tambahan likuiditas sekitar Rp80 triliun yang bersumber dari kebijakan Bank Indonesia. Bank sentral melonggarkan Giro Wajib Minimum (GWM) dari lima persen menjadi empat persen, sehingga memberikan ruang likuiditas tambahan bagi perbankan untuk menyalurkan pembiayaan perumahan. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dukungan pembiayaan sebesar Rp50 triliun untuk sisi suplai dan permintaan rumah subsidi.
Realisasi Penyaluran dan Capaian Pertengahan 2026
Realisasi penyaluran FLPP terus menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan data yang dihimpun, capaian penyaluran rumah subsidi naik dari 228.000 unit pada 2023 menjadi 278.000 unit pada 2025. Hingga pertengahan Juli 2026, realisasi telah mencapai lebih dari 102.900 unit. Sementara itu, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi FLPP per 23 Juli 2026 sebesar 111.537 unit rumah.
Pada 30 Juli 2026, pemerintah menggelar akad massal rumah subsidi yang mencakup 62.710 unit dan tersebar di 36 provinsi serta 372 kabupaten dan kota. Skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan juga turut disalurkan senilai Rp880 miliar kepada lebih dari 7.100 debitur untuk memperkuat akses pembiayaan masyarakat.
Profil Pemanfaat dan Kemudahan Pembiayaan
Berdagi data BP Tapera, kategori profesi pengguna FLPP menunjukkan bahwa pekerja swasta menjadi pengguna terbesar dengan 71.250 unit atau 63,88 persen. Urutan berikutnya adalah pekerja wiraswasta dengan 19.254 unit (17,26 persen), diikuti PNS serta TNI dan Polri sebanyak 10.944 unit (9,81 persen), serta kategori lainnya sebesar 10.089 unit (9,05 persen).
Pemerintah juga memberikan kemudahan berupa penambahan tenor KPR Sejahtera FLPP dari maksimal 20 tahun menjadi hingga 40 tahun. Dalam Danantara Housing Expo 2026, bank-bank Himbara menawarkan skema pembiayaan dengan uang muka mulai satu persen dan bunga tetap mulai 2,75 persen per tahun. Fasilitas tersebut juga dibebaskan dari biaya administrasi, provisi, dan appraisal.
^
